FIREWATCH INTERACTIVE ATLAS
memuat titik panas… MOCK DATA

PEMANTAUAN INDONESIA

Pantau Indonesia.

Pilih provinsi untuk melihat risiko titik panas, atau cari lokasi dan cek status kebakarannya.

KEPADATAN TITIK PANAS
    Hover to explore / Click to select
    SELECTED PROVINCE No province selected Click a province on the map
    38 provinces available

    SITUASI NASIONAL

    Pantauan hari ini.

    Ringkasan singkat titik panas dan provinsi dengan sebaran hotspot terbanyak, diperbarui dari data terakhir.

    Titik panas terpantau — 24 jam terakhir
    Api aktif (flaming) — fire level 3
    Provinsi ada titik panas — dari sebaran hotspot
    Pembaruan terakhir — waktu akuisisi

    KONTEKS TERKINI

    Berita terbaru.

    Ringkasan pemberitaan terbaru seputar kebakaran hutan dan lahan di Indonesia, dihimpun dari media nasional. Setiap judul mengarah ke artikel aslinya.

    Memuat berita…

    TANGGAP DARURAT

    Apa yang harus dilakukan.

    Langkah praktis menghadapi kebakaran hutan dan lahan, dari persiapan sampai pasca-kejadian.

    01 Sebelum — bersiap
    • Kenali jalur evakuasi dan titik kumpul terdekat dari rumah.
    • Siapkan tas siaga (lihat checklist di bawah) dan simpan di tempat mudah dijangkau.
    • Pantau informasi resmi BMKG, BNPB, dan pemerintah daerah.
    • Catat nomor darurat keluarga dan tetangga rentan (lansia, bayi, disabilitas).
    02 Saat — bertindak
    • Segera hubungi 112 dan laporkan lokasi serta arah asap.
    • Matikan listrik dan gas, jangan biarkan api terbuka menyala.
    • Jangan mencoba memadamkan api yang sudah besar — fokus ke evakuasi.
    • Ikuti arahan petugas; jangan menembus asap untuk mengambil barang.
    03 Setelah — waspada
    • Jangan memasuki area bekas terbakar sampai dinyatakan aman oleh petugas.
    • Waspadai bara tersembunyi — lahan gambut bisa menyala kembali berhari-hari.
    • Gunakan masker saat membersihkan abu; jaga ventilasi dan air bersih.
    • Catat kerusakan dan laporkan untuk bantuan serta pemulihan.

    ARAH ASAP

    Baca arah asap.

    Asap dan api bergerak mengikuti arah angin. Bergeraklah melawan arah angin atau tegak lurus terhadap asap — jangan menembusnya.

    N S W E ZONA AMAN ASAP ARAH ANGIN
    1. Bergerak melawan arah angin atau tegak lurus arah asap, bukan menembus asap.
    2. Turun ke lereng bawah — api menjalar jauh lebih cepat ke arah atas (menanjak).
    3. Hindari lembah, jurang, dan alur sungai kering — berfungsi seperti cerobong api.
    4. Jangan menyeberangi punggungan atau bukit yang masih terbakar di baliknya.
    5. Cari area terbuka: lapangan, jalan, badan air, atau area yang sudah terbakar.
    6. Jika terjebak asap: tetap rendah (asap dan panas naik), basahi kain dan tutup hidung serta mulut.

    Panduan umum, bukan pengganti arahan resmi BNPB/BMKG atau petugas di lapangan. Selalu utamakan instruksi otoritas setempat.

    PERSIAPAN

    Tas siaga.

    Centang yang sudah kamu siapkan. Progres tersimpan otomatis di peramban ini.

    0/9 siap

    PARTISIPASI WARGA

    Lapor titik api.

    Klik lokasi di peta untuk mengisi koordinat dan memeriksa kedekatannya dengan titik panas (radius 5 km). Endpoint laporan belum tersedia di backend, sehingga pengiriman dinonaktifkan sementara.

    DARURAT

    Nomor penting.

    Simpan nomor ini. Verifikasi kembali dengan sumber resmi daerahmu sebelum digunakan.

    Darurat nasional 112 Bebas pulsa, semua operator
    Pemadam kebakaran 113 Damkar setempat
    BNPB 117 Badan Nasional Penanggulangan Bencana
    Ambulans 119 Layanan gawat darurat medis

    MITOS & FAKTA

    Yang sering keliru.

    ? "Membakar lahan kecil itu aman."

    Mitos. Api kecil di lahan gambut bisa menyebar di bawah permukaan dan muncul kembali jauh dari titik awal, sering berhari-hari kemudian.

    ? "Merangkak rendah selalu paling aman."

    Tidak selalu. Menunduk membantu untuk asap tipis, tetapi pada api besar panas radiasi dan bahan bakar di permukaan justru lebih berbahaya — prioritaskan menjauh dari arah api dan angin.

    ? "Hujan berarti sudah aman."

    Belum tentu. Hujan singkat tidak selalu memadamkan api di gambut. Bara di bawah permukaan bisa tetap panas dan menyala kembali saat kering.